Minggu, 02 Desember 2012

Kaspersky Lab Anggap kini Windows Miliki Sistem Keamanan lebih Baik


Kaspersky Lab Anggap kini Windows Miliki Sistem Keamanan lebih Baik



Produk terbaru dari Microsoft, yakni OS Windows 8 menurut perusahaan memiliki peningkatan dalam hal keamanan. Dan ternyata klaim Microsoft tersebut juga diamini oleh Kaspersky Lab dalam sebuah laporan yang dikutip dari IT Threat Evolution.
Dalam pernyataannya, Kaspersky Lab tak lagi memasukkan produk Microsoft tersebut dalam top ten produk dengan keamanan yang rawan. Alasan utama peningkatan fitur keamanan tersebut adalah mekanisme update otomatis yang terdapat pada OS Windows.
Selanjutnya, Kaspersky Labs mengungkapkan bahwa Java milik Oracle menjadi produk yang paling rentan dalam daftar top ten miliknya. Mereka mengatakan bahwa Java sangat rentan akan serangan dan memiliki banyak lubang. Selain itu, beberapa produk lainnya adalah Flash Player, Adobe Reader, iTunes, Winamp serta QuickTIme.
Sebelumnya, Windows kerap masuk dalam daftar 10 produk rawan keamanan yang dikeluarkan oleh Kaspersky Labs. Alasan utamanya tak lain adalah banyaknya malware, serangan hacker serta beberapa lubang yang ada pada OS Windows.

138 Negara Dukung Palestina Jadi Negara


138 Negara Dukung Palestina Jadi Negara



 New York - Kabar gembira bagi seluruh rakyat Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui Palestina sebagai Negara Peninjau.
Lebih dari 130 negara telah memberikan suara mereka atas status baru Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB yang digelar Kamis, 29 November 2012. Tepatnya 138 negara mendukung, sembilan tidak setuju, dan 41 abstain. Kanada, Israel, dan Amerika Serikat menentang rancangan pemberian status ini.
Adapun para pionir pendukung rancangan resolusi itu ada 70 negara. Mereka antara lain Cina, Aljazair, Angola, Brasil, Kuba, Yordania, Kenya, Nigeria, Pakistan, Peru, Qatar, Senegal, Afrika Selatan, Tajikistan, Venezuela, dan Zimbabwe.
Status baru Palestina ini akan memberi kekuatan bagi negara tersebut untuk menantang Israel di forum hukum internasional atas tindakan mereka yang menduduki wilayah Tepi Barat. Termasuk juga penyelesaian pembangunan dan membantu memperkuat otoritas Palestina, setelah pelemahan karena perang antara kelompok Hamas melawan Israel.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan sangat senang dengan keputusan tersebut. "Sidang Majelis Umum telah dipanggil untuk mengeluarkan sertifikat lahirnya negara Palestina," kata dia di dalam ruang sidang.
Abbas juga menekankan bahwa negaranya sangat mengecam rasialisme dan kolonialisme yang dilakukan Israel. Pernyataannya itu ditujukan bagi dua pihak, yaitu Israel dan kelompok Hamas.
Pernyataan Abbas itu langsung ditanggapi oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Menurut dia, seluruh dunia telah menyaksikan pidato Abbas yang berisi dusta dan fitnah bagi pasukan pertahanan Israel juga penduduk Israel. "Seseorang yang menginginkan perdamaian seharusnya tidak berbicara seperti itu," kata dia.